CARA MENGATUR NAFAS

BEGINILAH CARA MENGATUR NAFAS SAAT LARI AGAR TIDAK CEPAT LELAH

Orang-orang yang jarang lari pastinya akan merasa cepat lelah. Ini dikarenakan teknik bernafas yang salah dan menyebabkan olahraga pun menjadi tak maksimal. Dengan begini banyak pelari yang merasa ngos-ngosan dan akhirnya berhenti karena gak kuat untuk melanjutinya.

Untuk itu kalian perlu tau bagaimana teknik bernafas yang besar sehingga hal-hal seperti itu bisa terhindarkan. Terlepas dari itupun, banyak pelari yang memang memiliki asma sehingga pernafasannya sedikit terganggu.

Hal yang paling sederhana harus diubah yaitu pengambilan dan pengeluaran nafas. Dimana biasanya orang-orang menghirup oksigen dari hidung dan dikeluarkan dari mulut, nah jika kasusnya pada lari ini adalah salah besar. Memang teknik seperti ini bagus untuk olahraga yang ringan seperti yoga, meditasi, namun tidak untuk cardio apalagi dengan intensitas yang tinggi. Nah untuk lari sendiri, gunakanlah mulut dan hidung secara bersamaan untuk bernafas. Karena jika hanya menggunakan hidung saja, tubuh kekurangan untuk mendapatkan oksigen.

Apalagi ketika membuang nafas, keluarkanlah sebanyak mungkin sehingga akan memudahkan kamu untuk bisa bernafas lebih dalam lagi. dengan begitu kamu pun tak akan terasa ngos-ngosan.

Lalu teknik apalagi yang bisa dilakukan?

1.Lakukan pemanasan

Lakukan pemanasan

Olahraga apapun yang akan kamu lakukan, jangan lupa untuk pemanasan. Hal ini penting karena tubuh butuh persiapan yang lebih sebelum melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Lakukanlah minimal 10 menit dengan intensitas yang sedang hingga tubuhmu terasa panas dan mulai berkeringat. Bila sudah begitu, itu berati tubuh sudah siap untuk aktivitas yang lebih berat, contohnya lari.

2.Jangan memaksakan kalau tidak kuat

Jangan memaksakan kalau tidak kuat

Yang tau intensitas dalam berolahraga memang diri sendiri, kuat atau tidaknya pun hanya bisa dirasakan oleh sendiri. Dengan begitu, jika kamu sudah merasa nafas gak stabil dan mulai lelah, cobalah untuk istirahat sebentar namun jangan berhenti. Kamu bisa setidaknya jalan kaki atau jogging-jogging kecil untuk mengumpulkan kembali tenaga yang hilang. Hal ini bisa kamu lakukan dengan cara selang-seling, maksudnya lakukan lari misalnya 5 menit dan berjalan 1 menit. Cara ini cukup efektif untuk mengatur pernafasan dan juga tak mudah lelah.

3.Berlari dengan kecepatan yang stabil

Berlari dengan kecepatan yang stabil

Lari bukanlah ajang perlombaan untuk menentukan kamu cepat atau tidak, kecuali sedang ujian tes lari. Lari ini harus dilakukan secara santai dengan kecepatan yang stabil. Kecepatan ini bisa diatur sesuai dengan langkah yang kamu pijakan. Dengan begitu, kamu pun bisa mengatur nafas dengan lebih tenang dan tepat. Jangan lari dengan kecepatan yang langsung tinggi dan langsung berhenti. Namun kamu harus tau kapan saat kamu harus berhenti kapan harus berada di kecepatan yang standar.

4.Latihan bernafas sebelum berlari

Latihan bernafas sebelum berlari

Jika kamu menyadari bahwa nafasmu pendek-pendek, cobalah untuk menarik nafas yang panjang sebelum lari dalam posisi diam. Hal ini untuk meminimalisir ketidakterjadinya pertukaran udara saat kamu berlari.

5.Pakai pernafasan perut

Pakai pernafasan perut

Menurut penelitian, seseorang yang menggunakan pernafasan perut saat berlari akan membuat pernafasan lebih dalam sehingga tubuh pun akan lebih tenang. Karena selama ini banyak sekali teknik yang salah dimana mereka menggunakan pernafasan dada. Padahal dengan menggunakan teknik diafragma, bisa menghirup oksigen lebih banyak. Dengan begitu tubuh pun akan tercukupi pada kebutuhan oksigennya.

Sekarang sudah ngerti kan guys kenapa kita selalu cepat cape saat lari? Mungkin selama ini teknik pernafasannya yang salah. Untuk itu yuk pelan-pelan mulai rubah kebiasaan ini, agar manfaat lari pun bisa terasa lebih maksimal.